IMAN SETIAWAN : PEMUDA MALINGPING SUDAH PERINGATKAN APLIKASI VID PASTI SCAM

Lebak - Warga Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten Selatan, belakangan dihebohkan dengan dugaan penipuan investasi melalui aplikasi bernama VID. Aplikasi tersebut menawarkan keuntungan dengan cara yang terdengar sederhana, yakni menonton video untuk mendapatkan uang. Namun, di balik iming-iming tersebut, banyak warga kini mengaku kesulitan menarik dana mereka.

Seorang pemuda asal Malingping, Iman Setiawan, mengaku telah memperingatkan masyarakat sejak beberapa bulan lalu agar tidak mudah percaya pada aplikasi tersebut. Menurutnya, pola yang digunakan aplikasi VID sangat mirip dengan skema Ponzi, yaitu sistem yang bergantung pada aliran dana dari anggota baru untuk membayar anggota lama.

Iman menjelaskan bahwa pada awalnya pengguna memang dapat menerima pembayaran sehingga menimbulkan kepercayaan di kalangan masyarakat. Namun, kondisi tersebut biasanya hanya berlangsung selama masih banyak pengguna baru yang melakukan deposit.

“Selama masih banyak orang yang deposit, biasanya mereka masih dibayar. Tapi ketika sudah tidak ada yang masuk atau deposit baru, di situlah biasanya sistemnya berhenti dan berujung scam,” ujar Iman.

Ia mengaku telah mengingatkan beberapa warga dan membagikan pandangannya di lingkungan sekitar agar masyarakat tidak tergiur dengan investasi yang menjanjikan keuntungan instan. Namun, sebagian warga tetap mencoba karena melihat orang lain masih bisa menarik uang dari aplikasi tersebut.

“Banyak yang mengabaikan peringatan karena merasa masih bisa menarik uang. Tapi ketika sekarang sudah tidak bisa withdraw, barulah banyak yang menyadari dan mulai mengeluh,” katanya.

Situasi semakin membuat resah setelah pihak aplikasi diduga meminta pengguna melakukan verifikasi KTP serta melakukan deposit tambahan dengan nominal tertentu sesuai level akun masing-masing, sebagai syarat untuk kembali menarik dana.

Menanggapi hal tersebut, Iman kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak untuk kedua kalinya. Menurutnya, permintaan deposit tambahan dengan alasan peningkatan level atau promosi merupakan salah satu modus yang sering digunakan dalam penipuan investasi.

“Jangan sampai masyarakat terkena dua kali. Biasanya mereka mengiming-imingi promosi naik level dengan mudah dan gratis, tapi ujung-ujungnya tetap diminta deposit lagi,” tegasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap investasi digital yang menawarkan keuntungan cepat dengan sistem yang tidak jelas. Warga juga diimbau untuk selalu memeriksa legalitas platform investasi melalui lembaga resmi sebelum menanamkan dana.

Lebih baru Lebih lama