Iman Setiawan : Pemuda Asal Malingping Resah Aplikasi VID, Soroti Dugaan Skema Ponzi yang Merugikan Masyarakat

Lebak, Banten - Munculnya aplikasi investasi bernama VID yang belakangan marak di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak, Banten Selatan, menuai keresahan masyarakat. Aplikasi tersebut menawarkan keuntungan finansial dengan cara yang terkesan mudah, yakni hanya dengan menonton video. Namun, di balik janji manis itu, tersimpan dugaan praktik skema Ponzi yang berpotensi merugikan banyak pihak.

Keresahan itu salah satunya disuarakan oleh Iman Setiawan, seorang pemuda asal Malingping, Kabupaten Lebak. Sebagai bagian dari generasi muda yang peduli terhadap kondisi sosial di daerahnya, Iman mengaku prihatin melihat banyak warga tergiur iming-iming investasi instan tanpa memahami risiko di baliknya.

“Banyak masyarakat yang tergoda karena dijanjikan penghasilan cepat dan mudah. Padahal, pola seperti ini sudah sangat identik dengan skema Ponzi,” ujar Iman saat ditemui.

Menurutnya, aplikasi VID diduga tidak memiliki dasar bisnis yang jelas dan hanya mengandalkan aliran dana dari anggota baru untuk membayar keuntungan anggota lama. Praktik semacam ini, kata Iman, sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kerugian besar ketika sistemnya runtuh.

Sebagai anak muda, Iman merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengedukasi dan melindungi masyarakat dari praktik-praktik yang merugikan. Ia pun menyatakan komitmennya untuk menelusuri lebih jauh pihak-pihak yang berada di balik peredaran aplikasi tersebut di wilayah Lebak, khususnya di Malingping.

“Saya akan terus mencari dan menelusuri siapa dalang di balik bisnis aplikasi VID ini. Jangan sampai masyarakat kecil menjadi korban karena kurangnya informasi,” tegasnya.

Iman juga membantah klaim bahwa aplikasi tersebut merupakan bentuk investasi yang sah. Menurutnya, model bisnis yang menjanjikan keuntungan hanya dari aktivitas menonton video tanpa produk atau jasa nyata merupakan ciri kuat dari skema Ponzi yang telah banyak memakan korban di berbagai daerah.

Ia berharap aparat terkait dan instansi berwenang dapat segera turun tangan untuk melakukan investigasi mendalam serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran investasi yang tidak masuk akal.

“Jangan mudah percaya dengan janji uang cepat. Kalau terdengar terlalu mudah untuk menjadi kenyataan, biasanya memang tidak nyata,” pungkas Iman.

Lebih baru Lebih lama