KARANGANYAR - Anies Baswedan meresmikan Jembatan Titian Persatuan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026). Jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Gembong ini menghubungkan Desa Sambirejo dengan Kelurahan Bolong, sekaligus menjadi akses vital bagi aktivitas pendidikan, ekonomi, dan sosial warga setempat.
Selama puluhan tahun, masyarakat di dua wilayah tersebut hanya mengandalkan jembatan bambu sederhana yang kondisinya kian rapuh. Jembatan lama itu menjadi satu-satunya jalur bagi warga menuju sekolah, ladang, serta pusat kegiatan ekonomi. Saat musim hujan tiba, kondisi jembatan kerap membahayakan keselamatan karena licin dan rawan ambruk.
Pembangunan Jembatan Titian Persatuan dilakukan melalui kolaborasi warga, relawan, serta gerakan sosial Aksi Bersama. Berdasarkan hasil survei dan asesmen lapangan di wilayah Solo Raya, jembatan ini ditetapkan sebagai kebutuhan paling mendesak karena perannya yang krusial dalam menunjang kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kini, jembatan baru tersebut hadir sebagai akses permanen yang lebih aman dan layak. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga, memperlancar kegiatan ekonomi, serta mempermudah anak-anak mengakses pendidikan tanpa rasa khawatir.
Acara peresmian berlangsung hangat dan penuh keakraban. Warga tampak antusias dan menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya jembatan yang selama ini hanya menjadi harapan. Dalam suasana tersebut, sejumlah tokoh masyarakat juga mendoakan Anies Baswedan agar kelak menjadi Presiden Republik Indonesia, sebagai bentuk apresiasi atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.
Dalam sambutannya, Anies Baswedan menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam membangun bangsa. Ia juga berpesan agar Jembatan Titian Persatuan dirawat bersama dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan seluruh warga.
“Jembatan ini bukan hanya penghubung dua wilayah, tetapi juga simbol persatuan, kerja sama, dan kepedulian antarwarga,” ujar Anies.
Peresmian jembatan tersebut menjadi penanda bahwa kolaborasi antara masyarakat dan gerakan sosial mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan dasar di daerah.

