Minim Fasilitas, Pengelolaan Pantai Goa Langir Disorot Pemuda Lebak

 

Lebak, Banten - Pantai Goa Langir yang terletak di kawasan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, terus menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Keindahan panorama alam yang ditawarkan, mulai dari hamparan pasir putih, deburan ombak, hingga gugusan bebatuan dan goa alami, menjadikan pantai ini memiliki daya tarik tersendiri.

Namun di balik pesonanya, persoalan tata kelola wisata menjadi sorotan. Iman Setiawan, seorang pemuda asal Malingping, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pengelolaan Pantai Goa Langir, khususnya terkait kebersihan lingkungan.

Menurutnya, masih minimnya fasilitas penunjang seperti tempat sampah menjadi salah satu penyebab utama banyaknya sampah yang berserakan di area pantai. 

“Dengan harga tiket masuk sekitar Rp10.000 per orang, seharusnya sudah cukup untuk menyediakan fasilitas dasar seperti tong sampah di berbagai titik,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa tata kelola wisata di kawasan tersebut belum optimal. Kurangnya perhatian dari pihak pengelola maupun keterlibatan pemerintah daerah dinilai menjadi faktor yang memperparah kondisi tersebut.

 “Seharusnya pemerintah daerah ikut andil dalam pengelolaan wisata ini agar lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung,” tambahnya.

Selain itu, rendahnya kesadaran wisatawan terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi persoalan yang tak kalah penting. Banyak pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan dampak jangka panjang terhadap kelestarian alam.

Pantai Goa Langir sejatinya memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Lebak. Dengan perbaikan tata kelola, penyediaan fasilitas yang memadai, serta peningkatan kesadaran wisatawan, diharapkan kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga bersih dan berkelanjutan.

Lebih baru Lebih lama