Semarak Qurma di Cikembang: Kolaborasi Kurban Warga dan Relawan


Bangun Banten -- Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 H di wilayah Cikembang, Banten, berlangsung dengan penuh dinamika kemandirian dan kebersamaan pada Rabu (27/5) pagi. Agenda yang bertajuk "Qurma" (Qurban Bersama Warga) ini dimulai tepat pukul 08.00 WIB dan disiarkan secara langsung melalui platform TikTok, memungkinkan publik menyaksikan interaksi gotong royong warga dari dekat.

Bagi masyarakat Cikembang, momentum kurban tahun ini memiliki catatan historis tersendiri. Mengingat wilayah ini sebelumnya tercatat memiliki keterbatasan akses terhadap konsumsi daging—di mana konsumsi daging sapi pertama baru dirasakan pada tahun 2025 lalu—kehadiran semarak kurban kali ini menjadi pemandangan yang kontras dan istimewa.

Sebanyak 9 ekor kambing berhasil dihimpun untuk pelaksanaan kurban tahun ini. Menariknya, pemenuhan kuota ini tidak hanya bersumber dari luar. Sebanyak 5 ekor kambing merupakan hasil kurban mandiri dari peternakan warga setempat, sementara 4 ekor lainnya bersumber dari para pekurban yang disalurkan melalui Teman Aksi Banten, yaitu Mohammad Rahadiansyah, Syarif Hidayat, H. Imron Muzakkir, dan Muharni Rachmalena.

Perjalanan tim relawan sendiri telah dimulai sejak Selasa siang dari pusat kota, menempuh jalur darat hingga tiba di Cikembang pada pukul 21.30 WIB untuk melakukan koordinasi awal. Saat pelaksanaan hari ini, pembagian tugas berjalan secara organik. Warga bertindak sebagai pelaksana utama yang mengurus seluruh teknis penyembelihan dan pencacahan hewan kurban, sementara para relawan Teman Aksi Banten membersamai proses distribusi dan menggelar agenda pendukung berupa "nyate bersama" untuk menghidupkan suasana sore.

"Pelaksanaan kurban kali ini terasa sangat berbeda dan istimewa karena jumlah kambingnya jauh lebih banyak, bahkan warga juga bisa ikut berkurban dari ternak sendiri. Kehadiran para relawan yang jauh-jauh datang dan mau membaur menemani kami dari malam sampai acara selesai memberikan kesan kebersamaan yang sangat kuat," ujar salah satu perwakilan warga di lokasi.

Sinergi yang terbangun dalam program community development (Comdev) ini menegaskan adanya pergeseran pola di Cikembang. Dari yang semula hanya bertindak sebagai penerima manfaat, kini masyarakat telah mampu menjadi pelaku aktif dalam pemenuhan kebutuhan kurban di lingkungannya sendiri.

Ads
Lebih baru Lebih lama