TANGERANG, 1 Juni 2026 – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni kerap kali terjebak dalam sebatas seremonial usang dan formalitas belaka. Mendobrak kebiasaan tersebut, sebuah gerakan kolaboratif yang radikal ditunjukkan oleh Komunitas Anak Muda Masa Depan bersama Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Tangerang. Kedua organisasi kepemudaan ini bersinergi menyalakan kembali api demokrasi lewat gelaran Pra-Event Sarasehan Pemuda 2026 bertajuk "Pemuda Bicara Kebijakan: Mewujudkan Generasi Kritis, Partisipatif, dan Berdaya dalam Demokrasi", Senin (1/6/2026).
Melalui forum yang dilaksanakan secara daring via Zoom Meeting ini, Anak Muda Masa Depan dan DPPI Kota Tangerang mengirimkan pesan provokatif yang menampar keras fenomena apatisme politik di kalangan pelajar dan mahasiswa. Mereka menegaskan bahwa esensi Pancasila (khususnya Sila ke-4) tidak akan pernah hidup jika generasi muda hanya menjadi penonton yang pasrah diatur oleh regulasi yang timpang.
Anak Muda Masa Depan memposisikan diri sebagai penggerak utama yang menyoroti betapa mandulnya ruang digital saat ini, di mana kritik terhadap kebijakan publik sering kali menyusut menjadi sekadar sentimen, caci maki, dan debat kusir tanpa data.
Dalam orasinya yang membakar semangat peserta, Faqih Fathurrahman J, S.Pd selaku Founder Anak Muda Masa Depan menyatakan:
"Kebijakan publik itu terlalu penting jika hanya diserahkan kepada politisi, dan masa depan bangsa ini terlalu berharga jika anak muda memilih untuk diam! Di Hari Lahir Pancasila ini, kita harus geser dari sekadar sentimen menuju substansi. Anak Muda Masa Depan bersama DPPI Kota Tangerang hadir untuk memastikan bahwa keresahan intelektual kalian tidak berhenti menjadi status di media sosial, melainkan dikonversi menjadi gerakan kolektif yang memaksa pembuat kebijakan untuk mendengar!"
Kolaborasi taktis ini menghadirkan perpaduan materi yang solid antara Pendidikan Politik dan Peran Pemuda dalam Demokrasi. Wildan Arif Husen, Ketua DPPI Kota Tangerang, membedah pentingnya pemuda memiliki nalar kritis berbasis ideologi Pancasila dalam melihat dinamika daerah. Bersama mereka, hadir pula Sulthan Nashir Musthafa, S.I.Kom., M.I.Kom (DPP PPMI) yang memberikan penguatan materi, serta dipandu secara interaktif oleh Haqiki Maulana selaku moderator.
Diskusi berjalan panas dengan rentetan pertanyaan kritis dari peserta mengenai berbagai kebijakan publik yang dinilai belum berpihak pada kepemudaan, lingkungan, dan pendidikan. Melalui sinergi ini, Anak Muda Masa Depan dan DPPI Kota Tangerang berhasil membuktikan bahwa pemuda Tangerang siap bertransformasi menjadi mitra strategis yang memiliki posisi tawar tinggi di hadapan pemerintah.
Api pergerakan yang dinyalakan hari ini dipastikan tidak akan padam di ruang Zoom. Formulasi kritis dan rekomendasi kebijakan hasil dari kolaborasi Anak Muda Masa Depan dan DPPI Kota Tangerang ini akan dibawa dan dirumuskan secara nyata pada acara puncak Sarasehan Pemuda 2026 mendatang.
—
Tentang Komunitas Anak Muda Masa Depan:
Anak Muda Masa Depan adalah komunitas progresif yang bergerak sebagai wadah inkubasi nalar kritis dan aksi nyata pemuda. Komunitas ini berfokus pada transformasi keresahan generasi muda menjadi gerakan sosial-politik yang terorganisir, berbasis data, dan berdampak langsung pada pengawalan kebijakan publik serta demokrasi.
Tentang Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Tangerang:
DPPI Kota Tangerang adalah organisasi pemuda kader bangsa yang bergerak dalam internalisasi, pengamalan, dan pengawalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, serta aktif menggalang potensi kepemudaan daerah untuk berkontribusi bagi kemajuan demokrasi.
Kontak Media:
Instagram: @anakmudamasadepan
Narahubung/WhatsApp: +62 882-9663-9034 (Admin Anak Muda Masa Depan)
