Benteng di Ruang Keluarga: Fatayat NU Banten Dorong Kader Perkuat Edukasi Anak Hadapi Gempuran Digital


Bangun Banten - Tantangan pengasuhan anak di era modern kini bergeser secara drastis dari ruang fisik ke ruang siber. Merespons fenomena tersebut, Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Banten secara resmi mengeluarkan seruan strategis bagi seluruh kadernya. 

Organisasi pemudi NU ini meminta para ibu muda untuk memperketat benteng pengawasan dan memperkuat pola edukasi anak guna membentengi generasi penerus dari dampak negatif paparan dunia digital yang kian tidak terbendung.

Langkah ini diambil menyusul maraknya kasus kecanduan gawai (gadget addiction), paparan konten bermuatan kekerasan, hingga ancaman siber yang menyasar anak-anak usia dini di wilayah Banten. Fatayat NU memandang bahwa peran ibu tidak lagi sebatas memenuhi kebutuhan logistik domestik, melainkan harus bertransformasi menjadi fasilitator literasi digital pertama dan utama di dalam rumah tangga.

Dalam implementasinya, edukasi yang ditekankan bukan berupa pembatasan akses secara otoriter, melainkan membangun komunikasi dua arah yang kritis. Kader-kader Fatayat NU di tingkat cabang hingga ranting didorong untuk menguasai keterampilan dasar manajemen digital, seperti penggunaan fitur pembatasan anak (parental control), penyaringan informasi hoaks, serta pengalihan aktivitas anak ke ruang kreatif yang lebih produktif secara fisik.

"Keluarga adalah filter pertama. Jika para ibu gagap teknologi, maka anak-anak akan dilepas tanpa panduan di tengah belantara informasi internet yang sangat liar," ungkap salah seorang pengurus wilayah saat memaparkan program kerja di Serang.

Melalui konsolidasi gerakan ini, Fatayat NU Banten memosisikan organisasi perempuan sebagai instrumen penggerak ketahanan keluarga yang adaptif. Pendekatan yang berfokus pada penguatan kapasitas edukasi internal ini menjadi sebuah langkah taktis dalam memastikan bahwa penetrasi teknologi di tingkat akar rumput dapat berjalan beriringan dengan penjagaan moral dan karakter anak-anak Nusantara.

Ads
Lebih baru Lebih lama