Bangun Banten - Setelah audiens disuguhi sajian data dan refleksi serius dalam Ruang Interaksi, atmosfer Shoemaker Studios, Cikini, mencair namun tetap kritis melalui penampilan Stand-up Comedy dari komika Sandi Sukron pada Minggu (19/7). Menggunakan humor sebagai instrumen kritik sosial, Sandi membawakan materi segar yang secara spesifik membedah kejanggalan struktural dalam relasi pembangunan antara pusat dan daerah.
Topik pertama yang dilemparkan ke hadirin adalah persoalan akurasi kebijakan top-down (dari atas ke bawah). Sandi menyoroti bagaimana instruksi dari meja birokrasi perkotaan sering kali berujung tidak sinkron ketika diaplikasikan di wilayah rural. Salah satu sorotan tajamnya tertuju pada pengelolaan Koperasi Desa (Kopdes), di mana ia menguliti ironi kelembagaan lokal yang seharusnya menjadi motor ekonomi, namun sering kali terjebak dalam masalah manajerial dan kepasifan akibat kurangnya pendampingan riil.
Kritik tersebut semakin memanas ketika Sandi mulai menyinggung berbagai pernyataan pejabat pemerintah akhir-akhir ini terkait pembangunan. Dengan gaya meniru kelatahan retorika formal, ia menyentil statemen-statemen elite yang kerap kali terdengar memaklumi kesalahan atau menggeser tanggung jawab ke pundak masyarakat dengan dalih kemandirian.
Puncak ledakan tawa sekaligus keprihatinan penonton terjadi saat Sandi membawakan parodi lagu tema Ninja Hattori. Lirik lagu anak-anak yang populer dengan nuansa mendaki gunung dan melewati lembah tersebut disesuaikan secara genius untuk merefleksikan keresahan.
Tidak berhenti di sana, Sandi juga menyoroti aspek sosiologis melalui materi paradoks kegotongroyongan. Di satu sisi, gotong royong diakui sebagai modal sosial yang luar biasa dalam mendirikan infrastruktur swadaya seperti Jembatan Titian Persatuan. Namun di sisi lain, Sandi secara satire mengkritik bagaimana nilai luhur ini kerap dijadikan kompensasi oleh oknum tertentu atas absennya tanggung jawab negara. Sebagai pemungkas, komika asal Jawa Barat ini membawa penonton masuk ke dalam ruang personal lewat cerita-cerita spesifik.
Penampilan Sandi Sukron sukses menutup sesi dengan riuh tawa dan tepuk tangan panjang dari seluruh penjuru studio. Satire tersebut berhasil menjadi penyeimbang yang efektif; menghibur audiens tanpa sedikit pun mengendurkan substansi kritik terhadap kelambatan birokrasi yang menjadi napas utama seluruh rangkaian acara Ruang Titian.
Bagi publik yang ingin menyaksikan langsung kelucuan dengan kemasan kritis ciri khas komika ini, seluruh rangkaian acara dan penampilan lengkap Sandi Sukron dapat diakses melalui dokumentasi digital di YouTube Live Streaming Ruang Titian.
