1.200 Pesilat Adu Kemampuan di Indonesia Pencak Silat Banten Championship 2026, Asah Mental dan Bentuk Karakter ‎

‎BANTEN - Sebanyak 1.200 peserta dari 15 provinsi mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Indonesia Pencak Silat Banten Championship 2026 yang digelar di GOR Gedung Gelanggang Remaja Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, Banten.

‎Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dimulai 28-30 Agustus 2026.

‎Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Pencak Silat Banten Championship Tingkat Nasional 2026, I Kadek Dwi Kamajaya, mengatakan para peserta tersebut tergabung dalam sekitar 104 kontingen.

‎“Untuk jumlah pesertanya kurang lebih 1.200 peserta dari 15 provinsi. Kemudian jumlah kontingennya sekitar 104 kontingen,” katanya saat diwawancarai, Jumat (28/8/2026).

‎Menurutnya, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi para atlet untuk mengevaluasi hasil latihan sekaligus menambah pengalaman bertanding.

‎“Tujuannya tiada lain tentunya memfasilitasi sebagai wadah para atlet-atlet kita untuk mengevaluasi dari latihan mereka, sehingga menjadi jam terbang, pengalaman-pengalaman membentuk kekuatan mental mereka di masa yang akan datang,” ujarnya.

‎Selain meningkatkan kemampuan bertanding, kata Kadek, pencak silat juga berperan dalam membentuk karakter para atlet. 

‎Hal itu dinilai penting sebagai bekal bagi mereka dalam menjalani kehidupan di masa mendatang.

‎“Sehingga kemudian membentuk karakter mereka secara pribadi untuk kehidupan mereka di masa yang akan datang. Kemudian sebagai pendidikan prestasi pencak silat tentunya baik untuk nasional maupun internasional,” ucapnya.

‎Kadek menjelaskan kejuaraan tersebut bersifat terbuka bagi seluruh peserta.

‎“Event ini terbuka untuk semua. Ada yang pesertanya merupakan atlet-atlet binaan dari provinsi-provinsi yang persiapan mereka untuk mengikuti event ini adalah untuk persiapan PON,” jelasnya.

‎Menurut Kadek, kejuaraan tersebut dimanfaatkan para atlet sebagai ajang uji coba sekaligus mengasah kemampuan sebelum menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

‎“Sebagai ajang uji coba dan peningkatan dari segi soft skill, artinya penajaman dari teknik strategi mereka,” tuturnya.

‎Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mendorong agar pencak silat kembali diperkuat melalui pembelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah.

‎Dimyati menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Indonesia Pencak Silat Banten Championship di GOR Gedung Gelanggang Remaja Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, Banten.

‎“Alhamdulillah hari ini ada Indonesia Pencak Silat Banten Championship yang tepatnya di Ciceri Serang Stadion dan ini adalah festival,” kata Dimyati.

‎Menurutnya, penyelenggaraan festival dan kompetisi pencak silat perlu diperbanyak untuk menjaring dan melahirkan atlet-atlet berprestasi.

‎“Kalau kita ingin banyak mendapatkan atlet-atlet unggul, ya perbanyak festival. Yang kedua adalah banyakin latihan. Yang ketiga adalah tingkatkan ilmu dan strategi. Yang keempat punya ilmu-ilmu baru. Itu yang harus dilakukan oleh pencak silat,” ujarnya.

‎Dimyati berharap keberadaan festival tersebut mampu meningkatkan prestasi pencak silat Banten hingga ke tingkat nasional dan internasional.

‎“Mudah-mudahan dengan adanya festival ini, ini akan meningkatkan prestasi untuk pencak silat di level Banten maupun Indonesia di tingkat internasional. Dan mudah-mudahan ini dengan seperti ini ada antusias mensilatkan masyarakat,” katanya.

‎Ia juga menegaskan pentingnya mengajarkan pencak silat di sekolah melalui mata pelajaran muatan lokal.

‎“Saya juga sudah menekankan agar di setiap sekolah-sekolah diajarkan mulok pencak silat. Itu wajib, harus,” tegasnya.

‎Dimyati menilai pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga sarana membentuk keberanian dan karakter generasi muda.

‎“Kenapa wajib? Karena saya ingin anak-anak kita itu bukan anak-anak yang cemen, anak-anak yang lemah, anak-anak yang penakut, tapi saya ingin anak-anak kita anak-anak yang berani dan membela kebenaran dan melawan yang batil,” ujarnya.

‎Ia meyakini kemampuan pencak silat dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun rasa percaya diri dan keberanian anak-anak.

‎“Kalau dia bisa silat, dia akan menjadi orang yang berani dan sukses,” pungkasnya.

Ads
Lebih baru Lebih lama