Bangun Banten -- Kinerja penanaman modal di Provinsi Banten menunjukkan tren pertumbuhan yang solid sepanjang periode pencatatan terbaru. Berdasarkan rilis data resmi pemerintah daerah, Provinsi Banten sukses membukukan realisasi investasi sebesar Rp66,3 triliun, yang tersebar di berbagai sektor industri strategis serta wilayah kabupaten dan kota.
Capaian nilai investasi fantastis ini ditopang oleh kontribusi signifikan dari Penanaman Modal Foreign/Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sektor manufaktur, pengolahan kimia, logistik, infrastruktur, hingga pengembangan kawasan industri terpadu masih menjadi magnet utama yang menarik minat para investor domestik maupun global untuk menanamkan modalnya di Banten.
Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon dicatat sebagai wilayah penyumbang porsi investasi terbesar di tingkat daerah. Keberadaan akses infrastruktur yang memadai, keterhubungan dengan jaringan tol utama, serta aksesibilitas menuju pelabuhan dan bandara menjadi faktor penentu yang memperkuat daya saing kawasan-kawasan tersebut.
"Realisasi investasi sebesar Rp66,3 triliun ini mencerminkan tingkat kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Banten. Kehadiran modal baru ini secara otomatis menggerakkan penyerapan tenaga kerja dan memperluas kapasitas industri daerah," ungkap seorang analis ekonomi wilayah saat mencermati rilis data tersebut.
Tingginya angka realisasi penanaman modal ini memperkokoh posisi Banten sebagai salah satu destinasi investasi utama di Pulau Jawa. Pemerintah daerah kini menaruh fokus pada kemudahan perizinan terpadu dan kepastian hukum guna menjaga stabilitas daya tarik investasi di masa depan.