Djakarta - Ajang Puteri Indonesia 2026 resmi melahirkan pemenang baru. Agnes Aditya Rahajeng dinobatkan sebagai juara utama dalam malam puncak yang berlangsung meriah di Jakarta International Convention Center, Jumat (24/4/2026) hingga Sabtu dini hari.
Finalis asal Banten tersebut tampil unggul setelah melewati berbagai tahapan penilaian yang ketat, termasuk sesi tanya jawab di babak empat besar yang menjadi penentu. Dengan kemenangan ini, Agnes resmi menyandang gelar Puteri Indonesia 2026 sekaligus melanjutkan tongkat estafet dari Firsta Yufi Amarta Putri.
Pada babak final, Agnes bersaing dengan tiga finalis kuat lainnya, yakni Victoria Titisari Kosasieputri, Karina Moudy Widodo, dan Gisela Belicia Alma Thesalonica. Persaingan kemudian mengerucut menjadi dua besar antara Agnes dan Victoria, sebelum akhirnya mahkota jatuh ke tangan Agnes.
Sementara itu, Karina lebih dahulu diumumkan sebagai Puteri Indonesia Pariwisata 2026. Gisela meraih gelar Puteri Indonesia Pendidikan 2026, sedangkan Victoria menyandang gelar Puteri Indonesia Lingkungan 2026, melanjutkan peran dari Melliza Xaviera Putri Yulian.
Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-29 ajang Puteri Indonesia dengan mengusung tema “Dari Indonesia untuk Dunia: Kontribusi Perempuan dalam Inovasi dan Teknologi yang Berdampak untuk Keberlanjutan Alam serta Perdamaian Global.” Tema tersebut menegaskan peran strategis perempuan dalam menghadapi tantangan global melalui inovasi dan keberlanjutan.
Tak hanya mahkota, para pemenang juga mendapatkan beasiswa pendidikan S2 dan S3 dari Universitas Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas generasi muda perempuan.
Kemenangan Agnes langsung menarik perhatian publik. Namanya menjadi trending di mesin pencarian Google hingga Sabtu (25/4/2026) pagi, seiring meningkatnya rasa penasaran masyarakat terhadap sosoknya.
Agnes Aditya Rahajeng lahir di Amerika Serikat pada 13 Januari 2000 dan kini berusia 26 tahun. Ia dikenal sebagai model sekaligus content creator yang aktif menyuarakan berbagai isu sosial, khususnya terkait kesehatan mental dan kesejahteraan (wellness). Lulusan Ilmu Komunikasi dari Universitas Pelita Harapan ini memanfaatkan platform digital untuk mengedukasi masyarakat secara luas.
Di luar dunia pageant, Agnes juga aktif dalam advokasi perlindungan perempuan dan anak. Ia merupakan co-founder Studio Rahajeng, sebuah inisiatif di bidang produksi konten kreatif, serta mengembangkan Rahajeng Closet yang berfokus pada daur ulang pakaian untuk memperpanjang siklus hidup fesyen secara berkelanjutan.
Menariknya, Agnes bukan nama baru dalam dunia kontes kecantikan. Ia merupakan adik dari Maria Rahajeng, yang lebih dulu dikenal publik sebagai Miss Indonesia 2014. Kini, Agnes melanjutkan jejak tersebut dengan membawa misi yang lebih luas menggabungkan kecantikan, kecerdasan, dan kepedulian sosial dalam satu panggung global.

.jpg)