Gerakan Aksi Bersama kembali menjadi perbincangan setelah muncul kabar bahwa mereka akan membangun jembatan Titian Persatuan di Aceh. Rencana ini disebut-sebut merupakan kelanjutan dari keberhasilan mereka meresmikan jembatan serupa di wilayah Cilojami, perbatasan Bandung Barat dan Cianjur.
Informasi mengenai proyek di Aceh ini beredar secara tidak resmi atau yang kerap disebut sebagai “bocor alus”, sesaat setelah peresmian jembatan di Cilojami. Meski belum ada pengumuman resmi, sejumlah pihak menyebut pembangunan tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan komunitas kemanusiaan Humanies Project.
Aceh menjadi lokasi yang dinilai membutuhkan perhatian lebih, khususnya dalam hal infrastruktur dasar seperti jembatan. Beberapa wilayah dilaporkan masih mengalami keterbatasan akses, terutama setelah diterjang banjir dalam beberapa bulan terakhir yang merusak sejumlah jalur penghubung antar desa.
Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu, mulai dari aktivitas ekonomi hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan. Kehadiran jembatan dinilai menjadi solusi penting untuk memulihkan konektivitas sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.
Sebelumnya, jembatan Titian Persatuan di Cilojami menjadi contoh nyata kolaborasi antara relawan, masyarakat, dan berbagai pihak dalam menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung. Jembatan tersebut tidak hanya mempermudah akses warga, tetapi juga menjadi simbol gotong royong lintas daerah.
Jika rencana pembangunan di Aceh benar direalisasikan, proyek ini diharapkan mampu memberikan manfaat serupa, bahkan lebih besar mengingat urgensi kebutuhan di wilayah terdampak banjir. Kolaborasi dengan Humanies Project juga diyakini akan memperkuat pendekatan kemanusiaan dalam pelaksanaannya.
Hingga kini, publik masih menantikan konfirmasi resmi terkait lokasi pasti, jadwal pembangunan, serta detail teknis lainnya. Namun, kabar yang telah beredar ini sudah cukup memunculkan harapan baru bagi masyarakat Aceh akan hadirnya akses yang lebih baik di masa mendatang.
