Bukan sekadar seremonial, AMMD secara resmi membagikan fasilitas tas sekolah sebagai simbol "amunisi" bagi para peserta didik baru. Tas ini bukan sekadar wadah buku, melainkan pesan bahwa perjalanan mengejar ketertinggalan melalui Sekolah Paket C (Setara SMA) Gratis telah dimulai.
Bekerja sama dengan PKBM Prestasi Gemilang, program ini hadir sebagai tamparan keras bagi sistem pendidikan yang sering kali terasa eksklusif dan mahal. AMMD membuka pintu lebar bagi masyarakat marjinal untuk merebut kembali hak mereka yang sempat dirampas oleh keadaan ekonomi.
Ijazah Bukan Hadiah, Tapi Hak yang Harus Direbut
Ketua Komunitas Anak Muda Masa Depan, Faqih Fathurrahman J, S.Pd, dalam keterangannya menegaskan bahwa pendidikan seharusnya menjadi eskalator sosial, bukan tembok pembatas.
"Banyak narasi bilang pendidikan itu jalan keluar, tapi faktanya harganya sering bikin orang terjepit. Kami membagikan tas ini sebagai bukti bahwa semangat belajar kalian tidak boleh kalah oleh keadaan. Ijazah Paket C yang kami fasilitasi adalah senjata. Kami ingin anak-anak Tangerang tidak diremehkan hanya karena pernah putus sekolah. Dengan ijazah ini, mereka punya tiket legal untuk kuliah dan menantang masa depan," tegas Faqih.
Output strategis kegiatan ini mencakup beberapa aspek penting. Pertama, fasilitas fisik berupa tas sekolah bertujuan untuk membangun kembali kepercayaan diri dan identitas pelajar bagi mereka yang sudah lama meninggalkan bangku sekolah. Kedua, akses pendidikan 0 rupiah dihadirkan untuk menghapus stigma bahwa ijazah berkualitas hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki kemampuan finansial tinggi. Ketiga, legalitas ijazah kesetaraan diwujudkan melalui kerja sama dengan PKBM Prestasi Gemilang guna menjamin bahwa ijazah Paket C yang diperoleh sah dan diakui negara, sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Membangun Ekosistem Inklusif
Program sekolah paket gratis ini merupakan salah satu pilar utama komunitas Anak Muda Masa Depan yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial. AMMD percaya bahwa ijazah kesetaraan adalah gerbang awal untuk merebut kembali masa depan yang sempat tertunda. Jika sistem tidak memberi jalan, maka komunitas harus menciptakan jalan pintas yang cerdas dan inklusif.
Melalui langkah ini, Faqih Fathurrahman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berhenti memandang sebelah mata lulusan paket kesetaraan. Bagi AMMD, masa depan tidak ditentukan oleh dari mana seseorang memulai, melainkan seberapa besar nyali mereka untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai.
Tentang Anak Muda Masa Depan (AMMD):
Anak Muda Masa Depan adalah startup sosial berbasis di Tangerang yang fokus pada pemberdayaan pemuda melalui jalur pendidikan dan aksi sosial. AMMD berkomitmen untuk menciptakan generasi visioner yang melek teknologi dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, tanpa terbatas oleh latar belakang ekonomi.
Kontak Media:
WhatsApp: +62 882-9663-9034 (admin anak muda masa depan)
Email: @anakmudamasadepan1@gmail.com
Instagram: @anakmudamasadepan