Lebak, Banten - Warga Kampung Nambo, Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, menyoroti kerusakan parah pada ruas jalan Cikeusik Nambo Citawi yang diduga kuat disebabkan oleh aktivitas kendaraan berat proyek pembangunan jalan Pasirtuhur–Pajagan. Proyek tersebut merupakan bagian dari Program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera), program unggulan Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni.
Kerusakan jalan yang semakin parah memicu keluhan warga, lantaran ruas tersebut merupakan jalur utama aktivitas masyarakat sehari-hari. Jalan itu kerap dilalui kendaraan proyek, terutama mobil molen (jayamik) bermuatan berat, yang diduga menjadi penyebab utama rusaknya badan jalan.
Salah satu warga Kampung Nambo, Nurdin, menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung penuh pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. Namun, ia menilai pelaksanaan proyek tersebut tidak disertai dengan perencanaan mobilisasi alat berat dan mitigasi dampak yang memadai.
“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi faktanya, jalan Cikeusik Nambo Citawi rusak berat akibat dilalui kendaraan proyek mobil molen. Ini menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengawasan,” ujar Nurdin kepada wartawan, Sabtu (03/01/2025).
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut berdampak luas, tidak hanya bagi warga Kampung Nambo, tetapi juga masyarakat dari kampung dan desa sekitar seperti Cilangkap, Warung Jogjog, Senanghati, hingga Pejeh. Jalan itu selama ini menjadi akses vital bagi kegiatan ekonomi warga, jalur pendidikan anak-anak, serta akses menuju layanan kesehatan dan publik lainnya.
Ironisnya, Nurdin mengungkapkan bahwa perbaikan jalan yang rusak saat ini justru dilakukan secara swadaya oleh masyarakat melalui gotong royong. Warga mengeluarkan tenaga dan biaya sendiri untuk menambal jalan agar tetap bisa dilalui, sementara pihak kontraktor proyek dinilai belum menunjukkan tanggung jawab yang semestinya.
“Yang merusak adalah aktivitas proyek, tapi yang memperbaiki justru masyarakat dengan tenaga dan biaya sendiri. Bagi kami, ini bentuk pengabaian tanggung jawab dan sangat melecehkan,” tegasnya.
Warga berharap Pemerintah Provinsi Banten dan pihak terkait segera turun tangan untuk mengevaluasi pelaksanaan proyek tersebut. Mereka mendesak agar kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan serta memperbaiki jalan terdampak secara menyeluruh, agar tujuan pembangunan benar-benar membawa manfaat, bukan justru menambah beban bagi masyarakat.
.png)
