Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di kab Lebak Ambruk, Sejumlah Siswa SMPN 3 WANASALAM Jadi Korban

Lebak - Sejumlah siswa SMP Negeri 3 Wanasalam mengalami kecelakaan saat pulang sekolah setelah jembatan yang mereka lintasi ambruk, pada Rabu 21 Januari 2026 tepat pukul 14:30 kejadian, di wilayah Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten.

Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kampung Warung Jogjog, Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam, dengan Kampung Cilangkap, Desa Senang Hati, Kecamatan Malingping. Kondisi jembatan yang sudah lama rapuh diduga menjadi penyebab utama terjadinya ambruk saat dilintasi para siswa.

Berdasarkan informasi yang dikonfirmasi warga setempat, terdapat beberapa siswa yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Korban atas nama Huda, siswa kelas 7 SMPN 3 Wanasalam, harus dilarikan ke RSUD Malingping untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, Dede IIF, siswa kelas 9, mengalami luka ringan dan dirawat di rumah dengan empat jahitan di bagian kaki dan pinggang.

Korban lainnya yakni Ajat (kelas 9) mengalami luka ringan di kaki dan pinggang, sedangkan Fakih (kelas 8) dan Rezan (kelas 9) juga turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Warga setempat menyebutkan bahwa kondisi sungai saat kejadian sedang dalam keadaan besar karena musim hujan, sehingga para korban tidak langsung terjatuh ke dasar sungai. Menurut warga, apabila kejadian tersebut terjadi saat musim kemarau, kemungkinan besar bisa memakan korban jiwa.

“Jembatan ini sudah lama rusak dan sangat berbahaya, tapi masih sering dilalui anak sekolah dan warga karena merupakan akses tercepat,” ujar salah seorang warga.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki atau membangun kembali jembatan tersebut. Pasalnya, jembatan ini merupakan akses vital bagi aktivitas pendidikan, ekonomi, dan sosial masyarakat antar desa dan antar kecamatan.

Diperkirakan lebih dari 1.000 jiwa di dua desa dan dua kecamatan bergantung pada jembatan tersebut sebagai jalur utama mobilitas sehari-hari.

Warga menegaskan, perbaikan jembatan harus menjadi prioritas demi keselamatan anak-anak sekolah dan masyarakat umum agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Lebih baru Lebih lama