Keadilan di Atas Meja Makan: Pesan Menohok Anies Baswedan dalam Kelas Kader di Bekasi

Bangun Banten - GOR Bonlab, Tambun Selatan, menjadi saksi riuh rendah semangat ratusan relawan yang memadati kegiatan Kelas Kader Gerakan Rakyat. 

Kehadiran Anies Baswedan sebagai Inspirator sekaligus Anggota Kehormatan Gerakan Rakyat memberikan warna tersendiri dalam diskusi yang menyoroti arah ekonomi dan sosial bangsa di tahun 2026.

​Dalam paparannya, Anies menekankan bahwa keberhasilan ekonomi sebuah negara tidak boleh hanya diukur melalui deretan angka statistik di atas kertas. 

Baginya, indikator keberhasilan yang paling nyata adalah saat pertumbuhan tersebut bisa dirasakan dampaknya secara langsung di meja makan setiap keluarga Indonesia.

​Ia mengkritik model pertumbuhan ekonomi yang hanya "menetes ke bawah". Menurutnya, visi Gerakan Rakyat harus berfokus pada kualitas pertumbuhan yang mampu mendorong masyarakat di lapisan bawah untuk naik kelas. 

Kebijakan yang memihak pada ekonomi mikro dan penciptaan lapangan kerja lokal menjadi poin sentral yang harus diperjuangkan oleh para kader di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
​Selain isu ekonomi, Anies menyoroti kaitan erat antara ketimpangan dan persatuan bangsa. Ia menegaskan bahwa kerukunan sejati tidak akan pernah bisa dibangun hanya melalui imbauan atau jargon-jargon semata. Kerukunan adalah produk sampingan dari rasa keadilan yang dirasakan oleh warga negara.

​Ketika masyarakat merasa memiliki kesempatan yang sama untuk maju, secara otomatis persatuan akan mengokoh dengan sendirinya. Sebaliknya, ketimpangan yang lebar dipandang sebagai ancaman terbesar bagi stabilitas sosial. 

Penekanan pada tiga pilar utama pertumbuhan ekonomi, pemberantasan ketimpangan, dan menjaga kerukunan menjadi mandat bagi para kader Gerakan Rakyat untuk terus bergerak di tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa solusi konkret atas rasa tidak adil yang masih sering ditemui di lapangan.
Lebih baru Lebih lama