Sahrin Hamid di Rakernas I: Gerakan Rakyat Adalah Milik Warga, Bukan Proyek Politik Sesaat

Bangun Banten - Di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Hotel Arya Duta, Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menyampaikan pernyataan mendalam mengenai kedaulatan organisasi. 

Ia menegaskan bahwa Gerakan Rakyat memiliki DNA yang berbeda dengan organisasi pada umumnya karena basis kekuatannya yang murni berasal dari inisiatif warga di tingkat paling bawah.
​Sahrin Hamid menekankan bahwa legitimasi Gerakan Rakyat tidak datang dari dukungan finansial besar atau lobi-lobi di ruang tertutup, melainkan dari kerja keras para relawan di pelosok daerah. 

Dalam sesi pleno Rakernas, ia mengingatkan seluruh fungsionaris bahwa setiap keputusan strategis yang diambil—termasuk wacana transformasi organisasi—harus melalui proses "belanja masalah" langsung dari masyarakat.
​Penegasan ini berfungsi sebagai pengingat agar organisasi tidak terjebak dalam pola pikir elitis yang sering kali membuat sebuah gerakan kehilangan relevansinya. 

Sahrin menginstruksikan para ketua wilayah untuk memperkuat peran kader sebagai pendengar aspirasi rakyat, bukan sekadar pelaksana instruksi pusat. Baginya, Gerakan Rakyat adalah alat perjuangan yang harus tetap berada di tangan warga.
​Rakernas I ini menjadi titik pijak untuk membuktikan bahwa solidaritas organik dapat menjadi kekuatan yang berkelanjutan. Sahrin menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan-jembatan sosial dan fisik yang dilakukan selama ini adalah bukti nyata dari efektivitas gerakan yang berbasis pada kebutuhan akar rumput.

​Visi organisasi ke depan akan difokuskan pada penguatan struktur hingga tingkat lingkungan terkecil (RT/RW) guna memastikan bahwa keadilan ekologis dan ekonomi benar-benar terimplementasi. Pernyataan Sahrin Hamid ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan publik mengenai kemandirian organisasi, menegaskan bahwa Gerakan Rakyat akan terus bergerak searah dengan denyut nadi masyarakat luas.
Lebih baru Lebih lama