Lebak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak kembali menunjukkan komitmennya dalam menata wajah ibu kota kabupaten. Setelah diresmikan, revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung akan dilanjutkan dengan dukungan tambahan anggaran sebesar Rp1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Tahap lanjutan revitalisasi ini akan difokuskan pada penambahan fasilitas dasar yang dinilai masih dibutuhkan masyarakat. Prioritas utama meliputi pembangunan toilet umum (WC) serta pembenahan jalur pedestrian agar kawasan alun-alun semakin nyaman, aman, dan ramah bagi seluruh pengunjung.
Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, menegaskan bahwa penggunaan anggaran tersebut dilakukan secara terbuka dan transparan. Ia menyebut revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kota sekaligus memperkuat identitas Rangkasbitung sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Lebak.
“Alun-alun bukan sekadar ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi ikon daerah dan ruang sosial bagi masyarakat. Di sinilah warga berkumpul, berinteraksi, dan menikmati ruang publik,” ujar Hasbi.
Meski diakui kondisi anggaran daerah masih terbatas, Pemkab Lebak tetap memprioritaskan penataan kawasan alun-alun. Hal ini tidak terlepas dari posisinya yang berada di sekitar pusat pemerintahan dan menjadi salah satu titik utama aktivitas masyarakat, baik untuk rekreasi maupun kegiatan sosial.
Selain penambahan fasilitas umum, Pemkab Lebak juga berencana melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL). Pemerintah akan menyiapkan kawasan pujasera khusus agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun lebih tertib dan tidak mengganggu fungsi utama alun-alun sebagai ruang publik yang nyaman dan representatif.
Dengan revitalisasi berkelanjutan ini, Pemkab Lebak berharap Alun-alun Rangkasbitung dapat menjadi ruang publik yang layak, tertata, serta mampu mendukung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat secara seimbang.
.png)