Warga Kampung Nambo Demo di KP3B, Desak Jalan Rusak Akibat proyek Bang Andra

Serang - Kamis (8/1/2026) ratusan warga Kampung Nambo, Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B). Massa yang tergabung dalam aliansi Rakyat Mahasiswa Pemuda dan Santri (RAMPAS) menuntut pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Banten atas kerusakan jalan Cikeusik‑Nambo‑Citawi yang mereka nilai dipicu oleh proyek pembangunan ruas jalan Pasirtuhur‑Cikeusik, bagian dari Program Bang Andra yang diprakarsai Gubernur Banten Andra Soni.

Menurut perwakilan warga, Nurdin, kerusakan jalan utama akibat lintasan mobil pengangkut material beton (jayamik) berat menyebabkan lumpuhnya aktivitas ekonomi dan sosial. Selain itu, saluran drainase di pinggir jalan hancur dan terjadi longsoran tanah di beberapa titik.

Awalnya, massa ditemui oleh Kepala Bidang Bina Marga, namun tidak mendapat jawaban pasti. Mereka kemudian merangsek masuk ke area KP3B dan berhasil bertemu langsung dengan Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, ST., MT. Nurdin menegaskan bahwa aksi bukan menolak program pembangunan, melainkan menuntut perbaikan yang jelas dan tanggung jawab kontraktor.

Menanggapi tuntutan, Arlan Marzan menyatakan komitmen Dinas PUPR untuk memerintahkan kontraktor melakukan perbaikan. “Insyaallah, Senin, 12 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, akan ada koordinasi bersama masyarakat di Kantor Desa Cikeusik,” ujarnya. Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan solusi pasti, termasuk penanganan drainase dan ganti rugi bagi warga terdampak.

Aksi ini menyoroti kembali pentingnya koordinasi antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat dalam pelaksanaan proyek infrastruktur, khususnya di daerah yang masih bergantung pada jalan utama sebagai jalur ekonomi.

Lebih baru Lebih lama